oleh

“LSM PUKAT SERAM MINTA COPOT KEPALA PUSKESMAS KOTA MASOHI, KABUPATEN MALUKU TENGAH DOKTER IREN”

Ketua “LSM PUKAT SERAM” Masohi Kabupaten Maluku Tengah “Fahry Asyathrya” telah menjelsakan hari ini telah terjadi kesalahan salah satu Oknum petugas administrasi rapid tes di Puskesmas Masohi diduga mempersulit warga yang hendak urus rapid tes hari ini Senin, 10 Agustus 2020 sekitar 2 jam yang lalu sebelum Puskesmas Masohi tutup jam 11:00 sesuai dengan jadwalnya. Ucap Ketua Fahry (10/08/20)

Warga Seorang Ibu inisial A bersama dua anaknya usia 5 tahun dan 7 tahun hendak berobat tradisional di Desa Liang yang masih dalam Wilayah Kabupaten Maluku Tengah, padaha ibu dengan inisial A ini Berniat baik,
Si-Ibu mengurus rapid tes dengan sudah mengantongi surat keterangan perjalanan dari kantor kelurahan Ampera Masohi dan Kantor Kecamatan Kota Masohi, Tandas Fahrya Asyathrya.

300x250.id

Petugas yang besangkutan mempersulit “bahwa harus ada keterangan dari Dokter Ahli Saraf dulu untuk berobat tradisional di Desa Liang Kabupaten Maluku Tengah dan tidak boleh membawa anak dua orang, hanya boleh satu orang” kata petugas rapid tes kepada Sang Ibu, selain itu juga alasannya bahwa itu merupakan Perintah Bupati Kabupaten Maluku Tengah bapak “Abua Tuasikal” dan dan aturan, khirnya Sang Ibu tidak jadi melakukan pengurusan rapid tes dan kembali berpikir untuk urus keteranagan dokter, sedangkan keterangan dokter itu harus bayar lagi, Inikan mempersulit warga. Ujar Ketua “LSM SERAM PUKAT” Fahrya.

Kepala Puskesmas Masohi atas Nama Dokter Iren telah kehilangan peranan atau kendali sebagai kepala Puskesmas Masohi, sebelumnya kinerja mereka juga sudah dikritisi oleh warga soal rapid tes yang berbelit-belit dan mempersulit warga, dan hari ini juga Fahry Asyathrya Ketua “LSM PUKAT SERAM” menekan desak copot petugas dan Kepala Puskesmas Masohi, dengan alasa petugas yang mepersulit warga dalam rapid tes kini lebih sulit lagi dan kepala puskesmas harus mampu mengontrol bawahannya soal pelayanan Publik apalagi di situasi sulit seperti covid-19 sekarang. Apabila tak mampu lagi mengontrol atau kontrol, maka “LSM PUKAT SERAM” tidak segan-sagan menekan Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan untuk meminta agar tetap copot Kepala Puskesmas Masohi “Dokter Iren” ganti saja dengan yang lain biar lebih bagus. Kata Fahrya Asyathrya.

Komentar

PERDANANEWS