oleh

“GELORA BUKAN PKS”

“GELORA bukan PKS” Saya sebenarnya masih muda dan baru di dunia Politik, cuman saya dari dulu terbiasa untuk berpikir kritis lebih dalam tentang sesuatu sebelum bertindak, salah satunya untuk memutuskan bergabung dengan partai Gelora Indonesia, kata salah satu anggota Gelora Heri Fauzan Ribaay (29/07/20)

Mungkin banyak yang masih menyamakan Gelora dengan PKS, dengan alasan pejabat teras utamanya mayoritas alumni PKS, ada yang berargumen bahwa ada PKS aliran A, dan aliran I, Aliran A bikin parpol baru namanya Gelora, sah-sah saja berargumen seperti itu, tapi sayangnya kita harus ingat bahwa dalam entitas parpol yang abadi itu bukan anggotanya, bukan organisasinya, bukan tokoh-tokohnya, tapi “Ide Besar” yang dibawanya, Itu yang akan abadi. Ucap Fauzan Ribaay.

300x250.id

Ada beberapa parpol di Indonesia yang bergantung pada tokoh tertentu, ini mengakibatkan gejolak di dalam parpol yang akan kacau kalau tokoh itu menghilang kalau sumber ketergantungannya tiada, parpol itu kemungkinan akan punah, mungkin saja ada parpol yang eksklusif pada satu golongan dan sulit bergaul dengan parpol lain, ya ketika semakin terkucilkan pasti ujungnya punah juga, karena itu Gelora tiba-tiba muncul dengan gagasan dan ide serta “Arah Baru” Ide yang sebenarnya sudah seharusnya di-bawa saat era reformasi ’98’.
Kenapa ? Karena setiap berganti-ganti pemimpin, Indonesia berganti juga haluannya, Ujar Fauzan.

Negara kita adalah negara maju, selalu maju, tapi arahnya berbedah-bedah karena itu resultante-nya adalah “NOL BESAR” harus ada arah yang sama yang diperjuangkan, bukan sekedar popularitas, pencitraan, apalagi jabatan yang dicari, tapi ide besar ini yang harus disebarkan, Partai Gelora Indonesia juga bukan Parpol Islam dan jangan anggap semua anggotanya adalah seorang Muslim, sudah banyak yang risih dengan eksklusifitas agama di Parpol, sehingga pemilihnyapun mulai menyusut, tinggal bagaimana kita menjaga ide besar itu tetap hidup, meskipun arus politik selalu saja dinamis dan berat, apakah bisa Partai Gelora Indonesia menarik hati pemilih di 2024 ?
Kalau koalisi dengan partai lain akankah ide “arah baru” ini di-abaikan ?
Seandainya dapat kekuasaan, akankah ide “Arah Baru” ini benar-benar dijalankan ?
Seandainya kalahpun, akankah ide ide “Arah Baru” ini masih disebarkan ?
Hanya waktu yang akan menjawab semuanya, sekali lagi, kita harus ingat bahwa dalam entitas parpol yang abadi itu bukan anggotanya, bukan organisasinya, bukan tokoh-tokohnya, tapi “Ide Besar” yang dibawanya. Ujar Fauzan.

Merasa bahwa ini adalah salah satu sajian yang manis, secara pribadi saya terus terang respect dengan pimpinan partai gelora yang padahal sangat disayangkan Partai PKS yang melepaskan mereka, kata Anggota Gelora Jildan Ar.

Mereka ingin membuat partai yang terbuka, mungkin saja karena ada sebuah momentum yang besar dan wajib dikejar bila partai ini besar yaitu gerakkan ide dengan aksi nyata dan bersiaplah disaat pandemik dan periode kepemimpinan “Jokowi-Ma’ruf Amin” karena diperiode kedua cenderung eksploitasi terhadap proyek dilakukan secara besar-besaran serta potensi korupsi bermunculan, apalagi kinerjanya kini sudah menunjukkan titik yang buruk. Penutup Ucap Jildan Ar.

Komentar

PERDANANEWS